Visi

Situs ini memiliki Visi menjadi situs yang bermanfaat dan berdampak luas bagi Masyarakat Indonesia, khususnya dalam pembangunan Keluarga Sejahtera dan Mandiri. Situs ini milik Keluarga Indonesia, dari Keluarga, oleh Keluarga dan untuk Keluarga, demi mencapai Indonesia yang bermartabat, berharkat dan bernurani luhur dan makmur.

Melalui pengelolaan keuangan secara transparan dan terencana, oleh istri dan suami dengan hak dan kewajiban yang sama, setara dan sejajar, dan selalu mengedepankan kepentingan keluarga di atas kepentingan diri, dalam membentuk Keluarga Sejahtera dan Mandiri.

Mari wujudkan mimpi Anda, mimpi saya dan mimpi keluarga kita.

Values

Kami memiliki beberapa values (nilai) yang sederhana dan mudah dicerna, namun mungkin agak sukar untuk diaplikasikan karena adanya rasa ego dan kebiasaan yang telah berakar dan berkarat. Namun semua itu tidaklah mustahil untuk Anda lakukan demi masa depan Keluarga Anda.

Ingat, Anda hidup dan bekerja serta bersusah payah selama ini, bukan hanya untuk kesenangan dan kepuasan diri pribadi Anda sendiri, melainkan demi senyum dan kebahagiaan anak-anak dan keluarga Anda tentunya. Nilai hidup kami antara lain:

  1. Memiliki azas Cinta Tunggal, yaitu: membangun, memiliki dan menjalankan azas Monogami sebagai azas utama dalam perencanaan keuangan, dimana segala sumber ekonomi diperuntukkan dan dipergunakan secara exclusive dan utuh bagi keluarga tunggal yang dibangun.
  2. Mengedepankan kepentingan dan kebutuhan anak-anak dan keluarga di atas kepentingan dan keinginan diri pribadi. Mengutamakan kepentingan keluarga inti di atas keluarga lainnya, dengan tetap memberikan toleransi dan pertimbangan sosial tertentu.
  3. Istri dan suami memiliki hak dan kewajiban yang sama, tidak ada yang lebih hebat atau lemah, justru harus saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain.
  4. Suami bergaji hebat, jangan sombong dan "lupa kacang akan kulitnya". Istri bergaji besar, jangan besar kepala dan merendahkan suami. Suami dan istri adalah rekan (partner) kerja dalam membangun Keluarga Sejahtera dan Mandiri. Suami tanpa istri adalah lelaki biasa, istri tanpa suami adalah wanita kebanyakan. Lelaki dan wanita tanpa anak-anak, bukanlah seorang ayah dan ibu. Camkan itu!
  5. Berorientasi di masa depan, dengan selalu menyisihkan setiap pendapatan atau gaji saat ini.
  6. Gaji dan pendapatan saya, adalah rejeki dan milik anak-anak dan keluarga saya, dan bukan milik saya pribadi. Tuhan memberikan rejeki melalui tangan saya, untuk anak-anak dan keluarga.
  7. Pendidikan dan pembangunan karakter dan mental anak-anak harus diutamakan. Orang tua (suami & istri) wajib menyediakan kebutuhan pendidikan yang memadai demi masa depan dan kemandirian anak-anak. Anak-anak adalah "Master Piece" kehidupan orang tua, sehingga bila anak-anak saat dewasa menjadi manusia mandiri, sukses dan berkarakter, itu adalah keberhasilan orang tua.
  8. Melakukan pengelolaan dan pembelanjaan secara transparan dan terencana, dilakukan dengan penuh kedewasaan dan kebijaksanaan. Menolak segala keinginan yang membahagiakan sejenak, mendahulukan kepentingan dan kebutuhan masa depan.
  9. Berusaha membeli "assets" yang produktif, meningkat nilainya dan memberikan "passive income", walau sedikit secara bertahap dengan harapan menjadi bukit.
  10. Berbagi rejeki, sukacita dan kesejahteraan kepada orang tua, keluarga dan sesama, menyempurnakan makna dan kebahagiaan kehidupan Anda dan keluarga.